SELAMAT DATANG

.

Sabtu, 01 Januari 2011

Zat Peransang Tumbuh (ZPT) organik dari Telur Keong Mas


ZPT merupakan salah satu pupuk penting untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Zat ini biasanya ditujukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman, semisal bunga, daun serta anakan baik bagi tanaman hortikultura maupun untuk padi. Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan ZPT adalah telur keong mas (Pomacea canaliculata), telur ini biasa ditemui disawah, menempel pada bagian padi atau pada tiang atau bagian-bagian lain di galengan sawah. Pemanfaatan telur keong mas ini juga dapat mengurangi tingkat populasi keong mas di areal sawah yang kerap menyerang bagian akar maupun batang tanaman padi yang masih muda.

Bahan yang diperlukan berupa 1 kg telur keong mas, 1 kg gula pasir, 1 liter EM9 atau EM4, 2 liter air bekas cucian beras, 0,25 kg sambiloto (simarpaet-paet) dan 4 liter air. Bahan-bahan ini bisa menghasilkan ZPT sekitar 5 liter.

Proses pembuatannya: haluskan telur keong mas, lalu hasil saringannya dicampur dengan larutan gula dan EM9/EM4 dalam wadah yang berisi 2 liter air bersih. Campuran tersebut difermentasikan selama 7 hari. Setelah diaduk merata, ZPT siap untuk dipakai. Setelah itu ZPT bisa ditambahkan hasil rebusan sambiloto dalam 3 liter air. Dosis penggunaan 5 cc/liter air ditambah 3 cc sambiloto dengan frekuensi 2 minggu sekali sampai umur tanaman 60 hari. (Disarikan dari : Majalah Petani : September – November 2010)

Membebaskan Mangga Indramayu dari Lalat Buah (1)

Tanaman mangga di Kabupaten Indramayu mempunyai potensi besar untuk dioptimalkan produktivitasnya. Varietas terbesar didominasi oleh jenis mangga yang mempunyai pangsa pasar yang baik, semisal cengkir 695,963 Pohon (sekitar 50% dari total produksi), Harumanis 250,450 Pohon (sekitar 18% dari total produksi) dan Gedong Gincu 152,362 Pohon (sekitar 11% dari total produksi). Melihat potensi ekonomis yang besar tersebut, maka Bidang Hortikultura mencoba memaksimalkan peran dalam pengembangan mangga, salah satunya melalui Seksi Perlindungan Tanaman Hortikultura.


Fakta yang diamati di lapangan, kerusakan yang mengurangi produksi dan produktivitas mangga di Indramayu masih berkisar pada kerusakan visual dan daging buah. Kerusakan visual lebih banyak disebakan oleh jamur sebagai sumber penyakit antraknosa, penyakit ini mengakibatkan penampilan fisik mangga menjadi tidak mulus karena banyak cendawan yang berwarna hitam pada kulit buah yang menyebar baik secara spot maupun menyebar. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang tidak menentu akibat perubahan iklim.


Kerusakan daging buah yang terbesar disebabkan oleh adanya serangan lalat buah. Lalat ini mempunyai nama latin Bactrocera dorsalis, B. Neohumeralis, dan B. pedestris dengan family Tephritidae dan Ordo Diptera. Luar biasanya satu ekor lalat buah betina mampu menghasilkan 1.200 - 1.500 butir telur dan tidak memperlihatkan gejala serangan awal yang besar, hanya ditandai dengan noda/titik pada permukaan kulit buah bekas tusukan ovipositor pada saat lalat betina menyuntikan telur ke dalam buah mangga. Titik kecil ini kemudian menyebar sesuai dengan perkembangan telur hingga membusukkan daging buah mangga. Pada musim puncak serangan lalat buah bisa menyerang sekitar 6.000 Ha kumulatif tanaman mangga di Indramayu dan menyerang sekitar 2/3 dari areal mangga di Kabupaten Indramayu.






Minggu, 12 Desember 2010


 Latar Belakang
Dasar Hukum Tugas dan Fungsi/Kebijakan
Berdasarkan Peraturan Bupati Indramayu  Nomor  39 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, Dinas Pertanian dan Peternakan merupakan SKPD yang dibentuk untuk melaksanakan  kewenangan Pemerintah Daerah di bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah yang mempunyai tugas  pokok  membantu  Bupati dalam   penyelenggaraan  Pemerintahan  di bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan

TUGAS POKOK DAN FUNGSI




Rincian Tugas Pekerjaan       :

1.     Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis dan pelaksanaan operasional kegiatan rehabilitasi pengembangan lahan dan perlindungan hortikultura
2.     Penyusunan peta pengembangan hortikultura
3.     Pembinaan, pengembangan dan pelaksanaan rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian areal hortikultura
4.     Pembinaan dan pelaksanaan operasional kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan sumber-sumber air dan jaringan irigasi di tingkat usaha tani dan desa
5.     Pembinaan, Peramalan, Pemetaan, Pengendalian dan Analisis dampak kerugian eksplosi serangan OPT dan fenomena iklim terhadap komoditas Hortikultura
6.     Pembinaan dan pelaksanaan operasional kebijakan penggunaan pestisida, dan standar mutu pestisida
7.     Pembinaan dan penerapan pengembangan agensia hayati dan bio pestisida hortikultura
8.     Bimbingan pemantauan dan pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan hortikultura
9.     Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan
10.  Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugasnya