SELAMAT DATANG

.

Kamis, 17 Februari 2011

Potensi Pengembangan Komoditas Mangga di Indramayu

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu ke-1 2005 – 2010 untuk sektor pertanian disebutkan, bahwa Pembangunan Pertanian diarahkan pada pengembangan ketahanan pangan, yang didalamnya meliputi ketersediaan dan keberagaman pangan serta kecukupan gizi, merupakan salah satu faktor pendorong yang penting dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM. Sedangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu ke-1 2005 – 2010, Pembangunan Pertanian dikembangkan penerapan teknologi yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas produksi, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Selain itu pembangunan sektor peternakan terus dikembangkan sesuai dengan kondisi daerah dan budaya lokal.

Salah satu bidang di Dinas Pertanian dan Peternakan adalah Bidang Hortikultura. Bidang ini menangani komoditas sayuran, tanaman buah-buahan, bio farmaka, tanaman hias dan pengembangan lahan pekarangan. Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah Mangga. Mangga merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Indramayu, paling tidak ada 13 varietas mangga yang dihasilkan Kabupaten Indramayu, seperti Mangga Gedong Gincu dan Cengkir. Varietas mangga tersebut mempunyai pangsa pasar yang bagus di tingkat lokal, nasional bahkan internasional. 





Strategi Pengembangan

Strategi pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Indramayu sesuai dengan enam pilar pengembangan hortikultura yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian, antara lain :
1.   Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura
2.   Penerapan Manajemen Pasokan/ SCM
3.   Penerapan Budidaya Pertanian yang Baik / GAP dan SOP
4.   Fasilitasi Terpadu Investasi Hortikultura / FATIH
5.   Pengembangan Kelembagaan Usaha
6.   Peningkatan Konsumsi dan Ekspor

Perkembangan Produksi

Perubahan iklim ekstrem pada Tahun 2010 menyebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi, sehingga hamper bisa dikatakan tidak ada musim kemarau. Hal ini berdampak besar pada tanaman mangga yang menyebabkan terganggunya proses pembungaan dan menyebabkan kerontokan buah dan kerusakan akibat hama dan penyakit. Data menunjukan produksi mangga Indramayu pada Tahun 2010 hanya 24.937 Ton jika dibandingkan dengan produksi Tahun 2009 yang mencapai 123.385 Ton, berarti ada penurunan yang sangat signifikan sekitar 98.448 Ton atau sebesar 80 %.  Berikut data perkembangan produksi mangga Kabupaten Indramayu selama lima tahun terakhir.

Grafik Produksi Mangga Indramayu 5 Tahun Terakhir

Kawasan pengembangan mangga di Indramayu terbagi kedalam 3 kawasan, yaitu :
1.   Kawasan Sentra
Kawasan sentra terdiri dari sepuluh kecamatan yang memiliki luas areal kebun mangga terluas, kecamatan tersebut adalah : Indramayu, Jatibarang, Widasari, Tukdana, Juntinyuat, Cikedung, Terisi, Kroya, Gabuswetan dan Haurgeulis.


2.   Kawasan Penyangga Utama
Sedangkan kawasan penyangga utama merupakan kawasan dengan luas areal kebun mangga menengah yang tersebar di sepuluh kecamatan yaitu : Anjatan, Gantar, Cantigi, Lohbener, Lelea, Sliyeg, Kedokan Bunder, Kertasemaya, Sukagumiwang dan Krangkeng.


3.   Kawasan Penyangga
Adapun kawasan penyangga adalah kawasan kecamatan lain yang memiliki areal kebun mangga menengah kebawah.




Sebaran Varietas

Varietas mangga di Indramayu didominasi oleh varietas mangga dermayu/cengkir, diikuti harumanis, gedong gincu dan varietas yang lain. Berikut grafik sebaran varietas mangga di Indramayu



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar